Ada satu masalah klise tapi masih sering dialami brand setelah masa promo Ramadan habis: sales yang tiba-tiba terjun bebas. Betul apa betul? Yah, hal wajar memang, karena THR si konsumen hampir pasti udah kepakai semua. Dan itu kenapa, brand perlu menyiapkan strategi digital marketing setelah lebaran.
Kalau misal ditanya, apakah nyiapin strategi digital marketing setelah lebaran itu wajib? Buat Crepanion, tentu wajib, ya. Kenapa? Menurut MoEngage, retensi pelanggan di sektor e-commerce itu bisa turun sampai 20%, kalau kamu gak gercep ngejaga hype brand setelah masa promo puncak lewat.
Well, tenang aja. Di sini, Crepanion bakal kupas tuntas cara menjaga habit loop konsumen biar mereka tetap loyal tanpa harus perang harga terus. Biar gak lama–lama, yuk, baca artikelnya sampai habis, biar strategi digital marketing setelah lebaran bisa bikin bisnismu tetap sustain pasca Ramadan.c
Mengapa Penjualan Anjlok setelah Ramadan?
Biar lebih proper lagi pemahaman kita buat running strategi digital marketing setelah lebaran, kita pahami dulu mengapa penjualan setelah lebaran kok mendadak anjlok. Setidaknya ada 4 alasan utamanya. Berikut:
1. Efek Dompet Kering karena Overspending
Kita tahu sendiri, saat menjelang Lebaran, konsumen itu kebanyakan dompetnya tebel karena ada THR. Behaviour mereka pun, mau nggak mau, harus overspending karena budaya Lebaran. Entah nyiapin hampers, kebutuhan fashion, kebutuhan mudik, atau kebutuhan jamu tamu.
Karenanya, semua itu bikin disposable income audiens kamu terkuras drastis di bulan berikutnya. Mereka lagi mode hemat parah karena pengeluaran pas Ramadan kemarin benar-benar off the charts.
2. Hilangnya Urgensi dan Psychological Trigger
Waktu Lebaran, ada tekanan sosial buat tampil all out yang bikin orang gampang banget buat checkout keranjang belanjaan mereka. Begitu momennya lewat, trigger emosional itu tentu hilang. Dan strategi digital marketing setelah lebaran yang agresif sekalipun bakal susah nembus tembok logika konsumen.
3. Kelelahan Digital dan Ad Fatigue
Audiens kamu sudah dibombardir iklan dari berbagai brand selama sebulan penuh. Bahkan bisa dibilang, sampai di titik mereka ngerasa muak lihat promo. So, mereka butuh digital detox sebentar, jadi konten jualan yang biasanya perform oke hampir pasti bakal sering di-skip karena mereka lagi bosan liat iklan.
4. Perubahan Prioritas Konsumsi Pasca Mudik
Setelah capek jalan jauh dan makan enak, fokus orang biasanya bergeser ke arah kesehatan atau menata kembali rutinitas kerja. Jadi, ya, kalau produk kamu nggak dikemas dengan baik alias relevan sama kebutuhan “back to routine” ini, strategi digital marketing setelah lebaran kamu bakal terasa sangat out of context.
Strategi Digital Marketing setelah Lebaran untuk Mengunci Loyalitas
Setelah paham kenapa jualan bisa anjlok, sekarang waktunya kita kulik soal strategi digital marketing setelah lebaran. Biar customer merasa rugi kalau cuma loyal ke brand-mu pas Ramadan doang.
1. Maksimalkan 'Post-Purchase Engagement' lewat Personalized Thank You
Jangan cuma kirim resi otomatis yang ngebosenin setelah mereka checkout barang diskonan. Kamu bisa kirim pesan WhatsApp atau email yang personal banget.
Misal: tips cara ngerawat produk yang baru mereka beli, atau sekadar tanya testimoni jujur dengan gaya bahasa yang humble.
Langkah ini krusial karena strategi digital marketing setelah lebaran butuh sentuhan yang sangat manusiawi setelah transaksi sukses.
Dengan bikin mereka merasa diperhatikan secara personal, kamu lagi membangun kedekatan emosional yang bikin brand kamu tetap diingat pas mereka butuh belanja lagi di kemudian hari.
2. Luncurkan Program ‘Loyalty Points’ yang Eksklusif
Kasih reward lebih buat mereka yang sudah belanja selama bulan Ramadan kemarin biar poinnya bisa dituker pas masa low season.
Coba bikin skema poin yang gampang dipahami. Misalnya, tiap belanja 100 ribu dapet poin yang bisa jadi potongan harga buat jajan kopi atau beli pulsa.
Ini taktis banget buat menjaga retention rate tetap stabil pasca-lebaran. Karena, orang bakal sayang kalau poinnya hangus gitu aja.
Strategi digital marketing setelah lebaran ini bakal mengunci mereka dalam ekosistem brand kamu, sehingga mereka punya alasan logis buat balik lagi meskipun nggak ada promo besar-besaran.
3. Terapkan ‘Community-Based Content’ di Media Sosial
Berhenti jualan terus-terusan dan mulai ajak audiens kamu buat sharing cerita seru mereka pas mudik pakai produk kamu.
Contohnya, repost konten mereka di IG Story, atau bikin challenge kecil-kecilan yang fun biar mereka merasa jadi bagian dari circle atau komunitas kamu. Cara ini ampuh banget buat ngilangin ad fatigue, yang bikin orang males liat iklan jualan yang kaku banget.
Well, dengan strategi digital marketing setelah lebaran yang fokus ke user-generated content, kamu secara nggak langsung dapet promosi gratis dari pelanggan loyal (KOC) yang jauh lebih dipercaya sama calon pembeli baru lainnya.
4. Gunakan ‘Retargeting Ads’ dengan Value Baru
Jangan cuma ngejar orang yang belum beli, tapi targetin lagi mereka yang kemarin sudah belanja dengan tawaran produk pelengkap.
Kalau kemarin mereka beli baju koko, sekarang tawarin parfum atau aksesoris yang cocok lewat iklan yang copywriting-nya santai dan solutif banget buat gaya sehari-hari mereka.
Iklan retargeting ini fungsinya buat ngingetin kalau kamu masih ada, dan punya solusi buat masalah mereka yang lain.
Tapi ingat, pastikan strategi ini tetap relevan ya, sama kondisi kantong mereka yang lagi mode hemat. Misalnya dengan nawarin paket bundling hemat, atau gratis ongkir tanpa syarat.
6. Optimalkan ‘Customer Feedback Loop’ dengan Reward
Jangan biarkan kolom review kosong melompong. Ajak mereka kasih testimoni jujur dengan imbalan voucher diskon buat pembelian selanjutnya.
Ini adalah strategi digital marketing setelah lebaran yang paling organik, apalagi buat naikin trust calon pembeli baru yang masih ragu-ragu mau nyoba produk kamu atau nggak.
Feedback ini juga bisa jadi bahan evaluasi tim kamu buat perbaikan layanan atau produk di masa depan. Jadi semakin kamu dengerin apa mau mereka, pelanggan bakal merasa dihargai dan punya ikatan batin yang kuat sama brand kamu.
7. Buat ‘Educational Content’ yang Relevan Pasca-Mudik
Fokus kontennya harus geser dari “jualan” jadi “ngasih solusi” buat masalah yang muncul setelah liburan panjang berakhir.
Misalnya, kalau kamu jualan produk skincare, bikinlah konten tentang cara balikin kulit cerah setelah panas-panasan pas mudik. Atau, eksplor pilar konten yang memang sesuai, antara keunggulan produk brand-mu, dengan pain point audiens.
Tapi jujur, riset pain point audiens sampai eksekusi konten yang engaging itu butuh effort dan waktu yang nggak sebentar, apalagi tim marketing-nya terbatas, atau pas tim lagi recovery pasca-lebaran.
Nah, kalau kamu nggak mau pusing mikirin content pillar-nya, copywriting-nya, atau desain yang eye-catching, tim Social Media Management di Crepa siap banget bantuin brand kamu buat tetap shining.
Yuk, obrolin konsep kontenmu bareng kita sekarang, langsung aja klik icon WhatsApp di pojok kanan bawah buat booking sesi konsultasinya!
Menerapkan ‘Habit Loop’ agar Pelanggan Tidak Kabur setelah Lebaran
Setelah mengunci loyalitas, sekarang tugas kita adalah bikin belanja di brand-mu jadi sebuah kebiasaan otomatis buat mereka. Gimana caranya? Berikut di antaranya:
1. Ciptakan ‘Cue’ atau Pemicu yang Konsisten
Picu ingatan audiens kamu dengan jadwal konten atau notifikasi yang rutin muncul di jam-jam produktif mereka setiap harinya. Kamu bisa pakai email marketing atau push notification yang muncul tiap jam 10 pagi pas mereka lagi butuh mood booster di tengah kerjaan yang numpuk.
Strategi ini penting biar brand kamu jadi top of mind yang muncul secara otomatis tanpa mereka cari. Karena tanpa adanya pemicu atau cue yang jelas, audiens bakal gampang banget lupa sama kamu karena perhatian mereka terdistraksi sama ribuan konten yang berseliweran.
2. Mudahkan ‘Routine’ dalam Proses Transaksi
Bikin proses belanja jadi segampang mungkin, misalnya dengan fitur one-click checkout atau simpan metode pembayaran biar mereka nggak ribet pas mau beli. Semakin sedikit hambatan yang mereka temui saat mau jajan, semakin besar peluang strategi digital marketing setelah lebaran kamu berhasil.
Sebab kalau prosesnya ribet dan banyak drama, audiens pasti bakal males dan langsung batalin niat mereka buat beli produk kamu saat itu.
3. Berikan ‘Variable Reward’ yang Bikin Penasaran
Jangan kasih diskon yang itu-itu aja, coba kasih kejutan berupa mystery gift atau cashback yang jumlahnya acak biar mereka selalu merasa excited. Hadiah yang nggak terduga ini jauh lebih efektif buat bangun kebiasaan. Kenapa?
Karena sensasi “menang banyak” yang didapat dari reward ini bakal bikin otak mereka ngerilis dopamin yang bikin ketagihan buat belanja terus. Kamu harus pintar mainin emosi audiens lewat reward yang variatif biar mereka nggak merasa bosan.
4. Bangun Investment biar Mereka Sayang Buat Pergi
Ajak pelanggan buat kasih review, ngumpulin poin, atau melengkapi profil member mereka biar mereka merasa sudah “investasi” banyak waktu di brand-mu. Semakin banyak mereka terlibat secara aktif, strategi digital marketing setelah lebaran kamu bakal makin kuat karena orang cenderung susah ninggalin sesuatu yang sudah mereka bangun sendiri.
Jadi, pastikan kamu selalu kasih ruang buat audiens “menanam” sesuatu di ekosistem bisnismu, biar habit loop ini tertutup sempurna dan mereka jadi pelanggan tetap selamanya.
Belajar dari Strategi The BSLady ala Buttonscarves
Buttonscarves nggak pernah pusing banting harga karena mereka fokus ngebangun ekosistem “BSLady”, yang loyalitasnya next level banget. Strategi digital marketing setelah lebaran yang mereka jalankan itu fokus ke lifestyle dan prestige. Begini detail strateginya:
1. Eksklusivitas Lewat Themed Collections
Mereka rajin rilis koleksi tematik yang stoknya terbatas banget, jadi audiens merasa harus beli sekarang juga sebelum kehabisan. Strategi ini bikin orang nggak nunggu diskon, tapi justru berebut buat dapet barang harga normal karena takut kehilangan momentum prestige-nya.
2. Membangun Komunitas yang Solid
Buttonscarves sering banget ngadain gathering atau intimate event buat pelanggan setianya biar mereka merasa jadi bagian dari circle eksklusif. Investasi emosional ini bikin strategi digital marketing setelah lebaran mereka sukses, karena pelanggan sudah merasa punya kedekatan batin yang kuat sama brand ini.
3. Secondary Market yang Terjaga
Karena mereka konsisten jaga kualitas dan branding, harga resell barang mereka tetap tinggi bahkan setelah masa promo lewat. Ini adalah bukti kalau strategi digital marketing stelah lebaran yang fokus ke brand equity bisa bikin produk kamu tetap bernilai tinggi di mata kolektor loyalnya.
Simpulan
Itulah pembahasan lengkap soal strategi digital marketing setelah lebaran yang bisa kamu eksekusi biar sales nggak langsung anjlok pasca-promo. Biar nggak kebablasan atau lupa fokus, berikut Crepanion rangkum poin-poin penting yang perlu kamu catat:
- Penyebab sales drop biasanya karena konsumen lagi mode hemat pasca-mudik, hilangnya urgensi belanja, hingga faktor kelelahan digital karena terlalu sering terpapar iklan.
- Mengunci loyalitas bisa dilakukan dengan taktik post-purchase engagement yang personal, program poin yang simpel, hingga retargeting yang nawarin value baru yang solutif.
- Menerapkan habit loop adalah kunci agar belanja jadi kebiasaan rutin audiens lewat pemicu yang konsisten, proses transaksi yang seamless, dan pemberian reward yang variatif.
- Menang tanpa perang harga bisa banget dicapai kalau kamu fokus pada problem-solving bundling, ngebangun brand equity yang kuat, serta menjaga kualitas layanan yang bikin pelanggan merasa aman.
