Reactive Marketing ala Vaseline: Cara Brand Ubah Meme Viral Jadi Campaign
Jadi kalau dieksekusi tepat, reactive marketing sebenarnya bisa jadi cara murah tapi impactful buat brand nempel di percakapan audiens.
Jadi kalau dieksekusi tepat, reactive marketing sebenarnya bisa jadi cara murah tapi impactful buat brand nempel di percakapan audiens.
Masih penasaran “apa iya sekarang konten di Instagram bisa muncul di Google”? Yaudah sini ikut Crepanion bahas bareng soal SEO Instagram
Brief sudah acc, budget sudah cair, tapi campaign yang tayang tetap terasa mirip kompetitor. Crepanity pasti pernah di posisi kayak gitu kan? Yups, itu kenapa di artikel ini, marketing purple cow bisa jadi jawaban buat brand kamu yang pengin tampil beda. Kemiripan campaign sebenarnya memang wajar, karena audiens lagi kebanjiran konten. Estimasi dari berbagai riset, […]
e.l.f, brand skincare asal Amerika, berhasil bangkit karena culture marketing strategy lewat campaign #eyeslipsface. Gimana straetginya?
Di artikel ini, Crepanion mau ajak kamu buat bedah strategi sensory marketing yang Rodhe pakai biar kamu dan tim bisa mengadaptasinya
Apa iya sih konsep billboard iklan XL itu jenius? Which is ia berani mengklaim sekaligus menyenggol kompetitornya. Atau secara teori …
Fenomena strategi campaign branding ala Chitato ini sederhana, tapi cukup sukses menggaet target konsumen gen z. Gimana strateginya?
Mau bikin konten rutin tapi tanpa memetakan pakai STDC framework, campaign kamu cuma berujung jadi vanity metrics tanpa dampak revenue nyata.
So, CMO atau digital marketer jangan kelamaan wait and see. Lalu apa yang bisa di-develop soal strategi marketing saat ekonomi mulai membaik?
Cara memilih influencer nggak melulu soal followers. Dan di artikel ini, Crepa bakal breakdown cara memilih influencer dari nano sampai mega.