#StressLessEarnMore

Apa Bisa AI Marketing untuk Campaign CSR? Not Impossible, Begini Cara Crepa Melakukannya

AI Marketing untuk Campaign CSR
AI Marketing untuk Campaign CSR

Crepanion sering nemuin banyak program CSR yang berakhir jadi formalitas doang. Result-nya nggak signifikan, output-nya cuma laporan tahunan, sementara budget-nya amat ugal-ugalan. Sayang banget kalau dipikir-pikir. Padahal, campaign CSR tuh bisa impactful banget kok, apalagi pakai AI marketing.

Contohnya yang Crepa lakuin tempo hari. Kami mencoba mendobrak pola CSR yang lama lewat campaign #LebihBangga buat Maria Stray Home, shelter anjing di Tangerang Selatan. Kami menerapkan taktik AI marketing berbasis positive framing buat maksimalin brand equity Maria Stray Home.

Kalau Crepanity penasaran, simak aja artikel ini sampai tuntas. Kamu bakal ngelihat behind the scenes gimana optimasi AI marketing bisa berjalan strategis, juga etis. Gimana develop narasi campaign-nya, apa aja hasil yang berdampak buat Maria Stray Home, dan rencana Crepa selanjutnya. 

Ratusan Anjing Siap Diadopsi, tapi Fotonya Bikin Orang Skip

Kemarin, saat kami berkunjung langsung ke Maria Stray Home, jujur saja, kami cukup ironis. Ada lebih dari 100 ekor anjing terlantar di shelter ini yang sebenarnya sudah sangat siap buat diadopsi oleh pet lovers. Cuman, potensi adopsi mereka terpaksa terhambat. Kenapa begitu?

Karena pihak pengelola belum memiliki dokumentasi visual yang layak.  Kondisi visual yang buram, pencahayaan seadanya, dan latar belakang kandang yang kurang menarik secara psikologis. Bagi kami, itu yang bikin calon adopter langsung skip saat melihat konten mereka. 

Nah, dari situ Tim Crepanion menyadari kalau masalah utamanya ada pada eksekusi visual konten promosi yang kurang punya stopping power. Lalu, apa langkah pertama yang kami lakukan? Apakah cuma mendevelop foto anjingnya aja?    

Kolaborasi Crepa dan Alasan Memilih AI Marketing untuk Campaign Ini

Tentu saja tidak. Langkah pertama, Tim Crepanion coba merancang framework kerja sama yang solid bareng para mitra sekaligus eksekusi strategi AI marketing biar hasilnya impactful di media sosial. Siapa saja itu?

1. Kolaborasi dengan MMT UMN dan Woof Inn

Karena sadar kalau isu ini butuh banyak support system, kami di Crepa mengajak MMT UMN dan Woof Inn buat kolaborasi bareng. Kami membagi job desk secara taktis sesuai keahlian masing-masing biar output campaign-nya maksimal. Ini garis besar job desk-nya:

  • Crepa: Kami yang lead proyek ini, mulai dari brainstorming ide kreatif, eksekusi visual, sampai setup semua aset digital marketing.
  • MMT UMN: Teman-teman akademisi ini bantu kami di balik layar buat memvalidasi riset psikologi pesan dan strategi komunikasi. 
  • Woof Inn: Sebagai dog hotel di Tangerang sekaligus mitra industri, mereka mem-backup distribusi konten lewat akun Instagram mereka buat menjangkau audience baru. 

2. Alasan Strategis di Balik Pemilihan AI Marketing

Kami juga nggak asal ikutan hype teknologi waktu memutuskan pakai AI marketing buat campaign CSR ini. Langkah ini murni keputusan taktis buat menyiasati keterbatasan budget operasional shelter. Adapun alasan Crepa pakai AI marketing adalah:

  • Kualitas Visual Melesat Cepat: Mengubah foto raw yang buram jadi visual portrait estetik sekelas studio foto profesional biar langsung standout di timeline.
  • Anti Manipulasi Anatomi: Kami mengoptimalkan AI marketing dengan batasan etis yang ketat, cuma poles background dan tambah aksesoris tanpa mengubah fitur wajah asli anjing.
  • Gampang Direplikasi: Teknologi generatif ini sangat ramah pengguna, jadi pihak shelter gak bakal kesusahan buat bikin konten serupa ke depannya.

Proses Produksi Konten dengan AI Generatif

Setelah mematangkan konsep kolaborasi dan strategi, kami gak pakai lama buat langsung turun ke lapangan. Tim Crepanion dan mitra mengeksekusi melalui empat tahapan kerja berikut:

1. Sesi Foto Langsung di Shelter

Tim Crepa mengunjungi langsung Maria Stray Home buat mengambil raw material foto. Proses ini menuntut kesabaran ekstra karena kami harus berhadapan dengan ratusan anjing yang aktif.

Kami memotret anjing-anjing di shelter menggunakan kamera iPhone demi efisiensi waktu dan mobilitas. Fokus utama sesi foto ini adalah menangkap ekspresi terbaik dan keceriaan alami dari masing-masing anjing. 

Dan seperti Crepanion bilang di awal, tantangan terbesar di tahap ini adalah kondisi pencahayaan area kandang yang minim serta latar belakang yang seadanya. 

2. Gimana AI Mengubah Foto Biasa Jadi Studio Portrait?

Di sinilah AI marketing bekerja buat menyiasati keterbatasan visual dari foto mentah tadi. Kami memproses hasil foto tersebut menggunakan tools AI generatif untuk mendongkrak kualitasnya secara instan. Mulai dari:

  • Pembersihan Latar Belakang: AI secara otomatis memotong (crop) objek anjing dan menghapus latar belakang kandang yang kurang estetik. 
  • Pemasangan Latar Studio: Objek foto kemudian dipindahkan ke latar baru berupa studio foto digital yang bersih dan punya skema warna cerah. 
  • Sentuhan Aksesoris Kreatif: Kami menambahkan elemen pemanis seperti dasi kupu-kupu atau topi wisuda untuk memperkuat kesan menggemaskan. 

3. Prinsip Etis dalam Produksi Visual dengan AI

Ya, meskipun manipulasi digital ini cukup mudah dilakuin, Tim Crepa tetap menerapkan batasan moral yang sangat ketat. Kami betul-betul tidak mengubah anatomi asli, fitur wajah, bentuk kuping, ekspresi mata, maupun postur tubuh anjing shelter

Hal ini cukup krusial biar calon adopter mendapatkan ekspektasi visual yang jujur dan akurat saat mereka datang langsung buat mengadopsi 

4. Transfer of Knowledge kepada Tim Shelter

Kami menyadari bahwa program CSR ini punya masa batas waktu, sedangkan operasional shelter berjalan setiap hari. Jadi, biar dampak positif proyek ini nggak berhenti begitu saja, kami lakukan transfer of knowledge kepada pengelola, dengan cara:

  • Tim Crepanion mengadakan sesi pelatihan singkat untuk mengajari pihak shelter cara mengoperasikan tools AI generatif tersebut. 
  • Kami memberikan panduan praktis alur kerja penyuntingan foto yang simpel dan mudah diikuti. 

 

Lewat pembekalan ini, Tim Maria Stray Home kini punya kemandirian buat memproduksi konten adopsi yang estetik secara jangka panjang. 

Kenapa #LebihBangga, Bukan Adopt Don't Shop?

Setelah semua urusan visual beres dan foto-foto anjingnya sudah siap upload, tantangan kami berikutnya adalah menentukan pesan utama atau tagline kampanye.

Alih-alih memakai jargon “Adopt Don’t Shop” yang sudah sangat populer di kalangan pencinta hewan, kami justru memilih pendekatan yang berbeda total, yaitu lewat tagar #LebihBangga. “Lho, tapi kenapa pakai jargon itu?”

Berikut beberapa alasannya:

1. Masalah Psikologis di Balik Pesan yang Melarang

Slogan “Adopt Don’t Shop” memang punya niat yang sangat mulia, tapi secara psikologis, kalimat ini punya kelemahan karena sifatnya yang melarang dan menghakimi. Kok bisa?

  • Memicu Resistensi (Defensif): Pesan dengan kata “Don’t” (Jangan) secara tidak langsung membatasi kebebasan memilih audiens. Bukannya tergerak untuk mengadopsi, orang-orang yang awalnya ingin membeli hewan peliharaan malah bisa merasa disudutkan dan menjadi defensif.
  • Menciptakan Kubu Negatif: Slogan ini tanpa sadar membagi pencinta hewan ke dalam dua kubu dan memicu perdebatan yang kurang produktif di media sosial.
  • Kurang Menyentuh Ego Positif: Pesan larangan jarang bisa membuat seseorang merasa “keren” atau bangga saat melakukan tindakan tersebut; yang ada mereka hanya merasa “patuh” atau menghindari rasa bersalah saja.

2. Positive Framing sebagai Strategi Campaign Sosial

Kami ingin kampanye sosial ini berjalan dengan nuansa yang menyenangkan, optimis, dan persuasif. Itulah mengapa Crepa memilih menggunakan teknik positive framing melalui pesan #LebihBangga. Adapun alasan spesifiknya yaitu:

  • Menonjolkan Sisi Prestise: Lewat tagar #LebihBangga, Crepa berniat menggeser persepsi publik. Mengadopsi anjing telantar bukan lagi sekadar aksi penyelamatan karena rasa kasihan, melainkan sebuah tindakan keren dan berkelas yang patut diapresiasi tinggi.
  • Fokus pada Solusi, Bukan Larangan: Kami tidak melarang orang untuk membeli, melainkan sibuk menyebarkan pesan bahwa mengadopsi anjing dari Maria Stray Home memiliki nilai emosional dan kebanggaan yang jauh lebih besar.
  • Membangun Koneksi Emosional yang Sehat: Pendekatan ini, menurut riset, terbukti lebih efektif di media sosial karena audiens cenderung lebih suka membagikan konten yang memicu emosi positif (seperti rasa bangga dan bahagia) daripada konten yang memicu rasa bersalah atau kesedihan.

3. Kontribusi Nyata Crepa untuk Target SDGs

Selain itu, bagi kami di Crepa, kampanye #LebihBangga ini bukan cuma proyek sekali rilis lalu kelar. Sebagai agensi yang juga memegang teguh prinsip pembangunan berkelanjutan, inisiatif ini adalah langkah nyata kami buat ngedukung SDGs (Sustainable Development Goals).

Ada dua fokus utama yang kami sasar di sini:

  • Mendukung Ekosistem Darat yang Baik (SDG 15): Lewat peningkatan angka adopsi anjing telantar, kami berkomitmen nyata buat menekan angka kekerasan pada hewan (animal abuse) sekaligus membantu menghentikan perdagangan liar anjing di kawasan urban.
  • Membangun Kemitraan yang Solid (SDG 17): Kolaborasi apik antara Crepa, akademisi MMT UMN, dan Woof Inn adalah bukti konkret bahwa sinergi lintas sektor bisa melahirkan solusi digital yang berdampak luas bagi komunitas lokal.

Begini Hasil Campaign yang Crepa Dapat

Semua strategi komunikasi sudah matang, aset visual berbasis AI marketing juga sudah siap tempur. Pertanyaannya, gimana hasil campaign-nya? 

Hasilnya benar-benar di luar ekspektasi awal Creepa. Respons positif bergulir cepat dan membuktikan kalau pendekatan kreatif yang kami ramu bareng para mitra berhasil perform. Berikut beberapa milestone penting dan data performa yang berhasil kami catat:

1. Pencapaian Produksi 170% dari Target Awal

Dari sisi output produksi, tim kreatif kami beneran tancap gas. Berkat efisiensi kerja yang didukung sama AI generatif, kami berhasil melampaui target awal. 

Hasilnya, kami sukses memproduksi materi kampanye hingga mencapai 170% dari target yang direncanakan di awal, memberikan lebih banyak panggung digital buat anjing-anjing di Maria Stray Home untuk ditemukan oleh calon adopter baru. 

2. Engagement Rate 7,65%: Lebih Tinggi dari Rata-Rata Industri

Bukan cuma kuantitas kontennya yang melimpah, tapi kualitas interaksi yang masuk juga sangat hidup. Kampanye ini berhasil mencatatkan rata-rata Engagement Rate (ER) sebesar 7,65%

Angka ini tergolong sangat tinggi karena melampaui rata-rata industri untuk kategori kampanye sosial sejenis di Instagram. 

Tingginya angka ER ini pun jadi bukti konkret kalau positive framing lewat tagar #LebihBangga beneran sukses memicu audiens untuk ikut menyebarkan pesan, memberikan komentar positif, hingga membagikan ulang konten adopsi tersebut. 

3. Insight dari Collab Post: Efek Kolaborasi Lintas Akun

Salah satu kunci sukses di balik meledaknya interaksi kampanye ini adalah pemanfaatan fitur Collab Post di Instagram. Keputusan buat mempublikasikan konten secara bersamaan di akun Woof Inn ternyata ngasih dampak yang luar biasa.

  • Distribusi Audiens yang Luas: Kolaborasi lintas akun ini berhasil menyatukan basis massa pencinta hewan dari pengikut setia Woof Inn dengan jaringan audiens akademis serta kreatif dari Crepa dan MMT UMN.
  • Lonjakan Reach Organik: Algoritma Instagram merespons positif unggahan bersama ini, sehingga distribusi konten meluas secara organik tanpa perlu bergantung penuh pada ads berbayar.
  • Validasi Pesan yang Kuat: Kehadiran institusi akademis dan mitra industri di dalam satu frame promosi membuat pesan adopsi ini terasa lebih valid, tepercaya, dan menggerakkan aksi nyata dari netizen.

Rencana Lanjutan Crepa Bersama Woof Inn, What Is It?

Melihat angka performa yang memuaskan dan antusiasme luar biasa dari netizen, kami makin yakin kalau perjalanan ini gak boleh berhenti sampai di sini saja. Dan saat ini, Crepa bersama Woof Inn udah mulai merancang cetak biru untuk proyek sosial berikutnya yang gak kalah taktisnya.

Makanya, biar gak ketinggalan update proyek seru ini, pastikan kamu terus pantau akun Instagram resmi Crepa ya! Karena dalam waktu dekat, kami bakal segera merilis kelanjutan program transformasi digital ini ke beberapa shelter hewan lainnya.

Nah, buat kamu para brand owner atau pengelola shelter yang ingin berkolaborasi menciptakan dampak sosial nyata lewat pendekatan kreatif, yuk ngobrol langsung bareng kami. 

Kamu tinggal klik icon WhatsApp di kanan bawah sekarang juga buat langsung terhubung dengan tim Crepa!