Problem ketika brand pasang billboard tuh satu kebanyakan: budget udah keluar gede, tapi hasil awareness-nya biasa aja. Audiens kayak cuma ngelirik, terus lupa. Itupun ngeliriknya cum dua detik-an. Iya nggak? But, ini emang masalah klasik sih dari strategi iklan OOH.
Sebenarnya strategi iklan OOH ini cukup powerfull. Riset Nielsen bahkan bilang kalau 83% responden, itu ngerasa lebih aware sama brand setelah ngeliat iklan OOH, dibandingkan iklan digital biasa. Jadi emang iklan OOH ini butuh strategi yang betul-betul high-impact.
Nah, untuk itu, kali ini Crepa bakal bedah billboard “Nykaa Now” yang berhasil curi perhatian sampai viral. Kita bongkar dari mulai apa strateginya, kenapa dia efektif, dan cara adaptasinya.
Eksekusi Dramatisasi Produk yang Bikin Billboard Terasa Kayak Kejadian Nyata
Sebelum bahas kenapa strategi ini works, penting paham dulu gimana eksekusinya di lapangan. Nykaa nggak asal pasang foto produk di billboard, mereka bikin strategi iklan OOH yang terasa kayak momen yang lagi kejadian beneran, bukan sekadar promosi statis.
1. Copywriting yang Memposisikan Brand Sebagai Trendsetter Real-Time
Nykaa pakai copy kayak “A new serum just dropped. But don’t worry, we caught it” di billboardnya. Kalimat ini bikin brand terasa kayak lagi ngasih update langsung soal tren kecantikan yang baru terjadi.
Pendekatan ini beda banget dari billboard konvensional yang cuma pajang produk dan harga. Nykaa memilih pendekatan copy-first, memakai baris kalimat yang witty dan conversational buat memancing rasa penasaran dan engagement, bukan sekadar promosi produk. Strategi iklan OOH kayak gini butuh keberanian buat lepas dari template yang biasa dipakai brand kompetitor.
2. Desain Minimalis yang Bikin Copy Jadi Fokus Utama
Secara visual, billboard ini sengaja dibikin simpel. Desainnya konsisten pakai background putih dengan aksen teks pink dan hitam, tanpa product shot yang rumit.
Minim visual bukan berarti males desain, tapi pilihan strategis. Strategi iklan OOH yang mengandalkan kekuatan kata-kata bikin pesan lebih gampang dicerna cuma dalam hitungan detik pas orang lewat.
3. Nada Bahasa Percakapan yang Bikin Billboard Berasa Ngobrol Langsung
Nykaa juga main-main sama bahasa lokal lewat plesetan kayak “Nykaa? More like naya kya?” yang artinya kurang lebih “apa yang baru nih?”. Gaya bahasa kayak gini bikin orang ngerasa diajak ngobrol, bukan dijualin sesuatu.
Beberapa contoh copy lain yang dipakai dalam campaign ini:
- “When it comes to the latest, we’re often early”
- “Before a lipstick goes viral, it goes on Nykaa”
- “A new serum just dropped. But don’t worry, we caught it”
Ketiga contoh di atas nunjukin pola yang sama, yaitu memposisikan Nykaa sebagai kurator tren, bukan cuma marketplace. Strategi iklan OOH ini efektif karena bahasanya related sama cara ngobrol audiens sehari-hari, bukan bahasa iklan formal yang kaku.
Kenapa Strategi Ini Efektif Mengubah Masalah Kecil Jadi Urgency Besar
Setelah tahu detail eksekusinya, sekarang saatnya bedah kenapa pendekatan ini kena banget di psikologi audiens. Strategi iklan OOH ala Nykaa ini sebenarnya main di level yang lebih dalam dari sekadar estetika billboard.
1. Memposisikan Brand Sebagai Otoritas Tren
Dengan bahasa yang klaim brand selalu “duluan tahu” soal tren baru, Nykaa membangun persepsi sebagai kurator, bukan cuma marketplace yang jualan produk orang lain. Posisi ini bikin audiens ngerasa brand punya kredibilitas lebih.
Efeknya, orang jadi lebih percaya sama rekomendasi Nykaa dibanding brand yang cuma nampilin produk tanpa konteks. Strategi iklan OOH kayak gini pelan-pelan membangun trust tanpa harus hard selling secara langsung ke audiens.
2. Memanfaatkan Urgency Lewat Bahasa yang Related
Frasa kayak “before it goes viral, it goes on Nykaa” nyentil rasa takut ketinggalan tren yang emang udah jadi bagian dari budaya belanja masa kini. Ini bikin billboard yang harusnya statis terasa punya sense of urgency.
Audiens jadi merasa harus segera cek produk yang dimaksud, padahal secara harfiah billboard cuma nampilin teks doang tanpa gambar produk konkret sama sekali.
3. Keberanian Melepas Product Shot
Banyak brand takut billboardnya nggak jualan langsung kalau nggak nampilin produk. Nykaa justru berani lepas dari pakem itu, dan ini jadi statement tersendiri di mata audiens dan kompetitor.
Menurut MyHoardings, keputusan menghindari product shot merupakan langkah yang cuma bisa diambil brand dengan kepercayaan diri dan posisi kategori yang sudah kuat di pasar.
Strategi iklan OOH tanpa visual produk ini justru memperkuat kesan bahwa Nykaa nggak butuh usaha keras buat diingat audiens.
Pelajaran Taktis buat Brand yang Mau Adopsi Strategi Serupa
Ngerti alasan di balik efektivitasnya aja belum cukup kalau Crepanity mau adaptasi ke brand sendiri. Bagian ini bakal kasih framework taktis biar strategi iklan OOH kamu nggak cuma niru tampilan, tapi juga esensinya.
1. Audit Dulu Posisi Brand Sebelum Berani Lepas Product Shot
Sebelum niru gaya minimalis Nykaa, cek dulu apakah brand kamu sudah cukup dikenal audiens. Kalau brand awareness masih rendah, product shot tetap penting biar orang paham apa yang dijual.
Brand yang baru masuk pasar sebaiknya kombinasikan sedikit visual produk dengan copy yang kuat. Strategi iklan OOH tanpa visual sama sekali cuma efektif buat brand yang sudah punya top of mind awareness yang solid.
2. Bangun Copy yang Related, Bukan Sekadar Witty
Copy yang lucu doang tanpa insight audiens yang jelas cuma bakal jadi jokes lewat, nggak nempel di ingatan. Riset dulu keresahan atau kebiasaan spesifik target market sebelum nulis copy billboard.
Contoh kerangka yang bisa dipakai:
- Identifikasi satu insight spesifik audiens (misalnya takut ketinggalan tren)
- Terjemahkan insight itu ke bahasa sehari-hari yang related, bukan bahasa marketing formal
- Uji coba copy ke tim internal dulu, cek apakah bikin orang senyum atau malah bingung
Kerangka sederhana ini bisa jadi checklist awal sebelum brief ke tim kreatif atau agency yang megang strategi iklan OOH kamu.
3. Pilih Lokasi dan Format yang Selaras dengan Perilaku Target Audiens
Copy sekuat apapun bakal percuma kalau lokasi billboardnya nggak strategis. Menurut Media4Growth, penempatan yang tepat di titik dengan traffic tinggi dan visibilitas jelas jadi kunci billboard bisa maksimal menjangkau audiens yang dituju.
Pertimbangkan juga format, apakah bus shelter, videotron, atau billboard statis, sesuai kebiasaan mobilitas target audiens.
4. Integrasikan Billboard dengan Channel Digital
Billboard yang bagus tetap punya lifespan terbatas di ingatan orang kalau berdiri sendiri. Perkuat dengan cara mengintegrasikannya ke channel digital biar momentumnya nggak berhenti di jalan doang.
Misalnya, buat versi digital dari copy billboard buat konten social media, atau dorong audiens screenshot billboard dan share di story mereka. Strategi iklan OOH yang terintegrasi kayak gini bikin reach-nya lebih luas dan measurable.
Simpulan
Studi kasus billboard “Nykaa Now” nunjukin bahwa strategi iklan OOH yang efektif nggak melulu soal budget besar atau lokasi premium doang. Eksekusi kreatif, pemahaman psikologi audiens, dan keberanian keluar dari pakem konvensional jadi kunci utama billboard ini berhasil mencuri perhatian.
Beberapa insight penting yang bisa Crepanity bawa pulang dari pembahasan di atas:
- Copywriting yang witty dan related dengan keseharian audiens bisa lebih powerful dibanding product shot yang biasa-biasa aja
- Desain minimalis membantu pesan utama lebih fokus dan gampang dicerna dalam hitungan detik
- Positioning sebagai otoritas tren membangun trust yang lebih dalam dibanding hard selling langsung
- Sebelum niru gaya minimalis, pastikan brand awareness sudah cukup kuat di mata audiens
- Lokasi, format, dan integrasi dengan channel digital tetap jadi faktor penentu keberhasilan campaign
Kalau Crepanity ngerasa brand kamu butuh positioning yang lebih tajam sebelum berani eksekusi strategi iklan OOH seagresif Nykaa, itu tandanya corporate identity brand kamu perlu dipertegas dulu.
Crepa bisa bantu bangun fondasi brand identity yang kuat sekaligus strategi integrasi ke social media biar campaign OOH kamu nggak berhenti di jalan doang.
Yuk, langsung chat Crepanion lewat ikon WhatsApp di pojok kanan bawah buat diskusiin kebutuhan brand kamu.
